Blog Archive
Pengikut
Link Sahabat
Tampilkan postingan dengan label Celana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Celana. Tampilkan semua postingan
Trend Hot Pants di Musim Panas 2010
Okeh, sori nich udah lama banget gak update. Sibuk ama skripsi dan kerjaan sich soalnya, hehehe. piis. Sekarang yuuk kita bahas tentang trend fashion di musim panas tahun ini, mumpung sekarang masih bulan juni ini, masih belom telat kan? hehehe.
Di musim panas tahun ini ada banyak trend-trend yang dapat kita ikutin supaya kita tampil lebih trendi. Kita tiru saja peragaan-peragaan busana di berbagai pusat mode dunia layaknya paris, milan, madrid, dsb. Hot pants, misalnya, lagi "in" banget nich di musim panas tahun ini, kita lihat aja brand-brand fashion terkemuka layaknya Dior, Prada, D&G. Yuk mari liat gambar-gambarnya.
Sophia Kokosalaki
Tips Gaya Bohemian
Coba lihat kembali koleksi dari lemari pakaian Anda. Jika jumlah kaus oblong dan jeans sudah melebihi setengahnya, mungkin Anda harus mencoba gaya lain yang berbeda. Kali ini, cobalah menggunakan pakaian bergaya bohemian.
Gaya yang biasa digunakan oleh para gipsy ini cukup oke untuk ditiru. Corak baju yang warna warni, dilengkapi dengan aksesori yang ramai adalah ciri khas dari gaya ini. Mungkin selama ini gaya bohemian bukan hal baru lagi, tapi, sudahkah Anda mencobanya?

Ternyata, bergaya bohemian itu banyak keuntungannya. Anda akan terlihat lebih fresh dan tidak membosankan jika dapat memadukannya dengan tepat. Asiknya lagi, Anda bisa memilih warna yang cocok dengan karakter Anda. Bahkan Anda juga bisa bereksperimen dengan mencoba tabrak warna.
Sekarang ini, gaya bohemian bisa ditemui di model pakaian apapun. Jadi Anda tak perlu takut akan terlihat seperti orang gipsy sungguhan karena inovasinya sudah mulai berkembang.

Hal yang perlu sedikit diperhatikan adalah paduannya. Jika Anda menggunakan rok bergaya bohemian sampai lutut, jangan padukan dengan sepatu model tertutup jika Anda tak ingin tampil membosankan. Jika bosan dengan sandal jepit manik - manik yang cocok dengan gaya ini, kini Anda bisa memadukannya dengan sandal dengan tali-tali sampai sepanjang betis.
Gunakan aksesori yang enak dipandang. Memang, aksesori merupakan unsure penting untuk mengikuti gaya ini. Kalau bisa memang pilihlah motif dan warna yang mencolok. Tapi, kalau bisa, kekontrasannya harus dijaga. Jangan terlalu banyak menggunakan aksesori berbentuk tulang- belulang jika Anda tak ingin dijuluki mirip dukun.
Sumber: KingFoto.com
Trendy Legging
Pamor legging ternyata tak surut oleh waktu. Justru kini legging hadir lebih menarik dengan variasi motif, material, dan detail.
Memilih Pakaian Sesuai Bentuk Tubuh
Memilih sendiri pakaian dan aksesori yang tepat memang susah-susah gampang. Kesalahan dalam memilih pakaian atau aksesori yang akan digunakan akan merusak penampilan.Untuk itu, sebelum memilih pakaian kenali dulu bentuk tubuh Anda. Simak model rok dan celana panjang/jeans yang cocok dengan bentuk tubuh Anda.
Rok :
Setiap wanita pantas menggunakan rok, tetapi haruslah menggunakan model rok yang tepat. Jangan hanya karena tidak percaya diri dengan kaki, paha atau bagian tubuh yang lain kemudian Anda tidak pernah menggunakan rok. Agar rok yang Anda kenakan sesuai dengan bentuk tubuh ikuti tips berikut.
- Bentuk Pir: Pilihlah rok yang mengecil dibagian bawah dan yang berwarna gelap. Hal itu bisa menutupi tubuh bagian bawah. Hindari rok ruffle yang melebar dibagian bawah.
- Bentuk Apel : Rok lipat cocok untuk wanita yang memiliki bentuk tubuh apel. Hindari rok pensil karena akan membuat tubuh bagian tengah dan bawah terlihat besar.
- Bentuk Atletis : Rok layer dengan bernuansa floral cocok untuk wanita bertubuh atletis. Coba juga menggunakan rok yang penuh detail dengan permaminan warna. layers
- Bentuk Jam Pasir : Well fitted skirts such as the pencil skirt with side slits look great on hourglass shapes. You can experiment in terms of fabrics and colors.
Semua orang pasti suka menggunakan celana jeans, tetapi banyak orang yang salah memilih potongan jeans yang sesuai dengan tubuhnya. Agar tidak salah memilih jeans, saat membeli Anda harus selalu mencobanya dan tentunya sesuaikan dengan bentuk tubuh.
- Bentuk Pir : Pilihlah celana panjang atau jeans yang berwarna gelap. Lalu untuk potongan pilihlah yang melebar di bagian bawah atau lebih dikenal dengan "boot cut"
- Bentuk Apel : Jangan memilih celana panjang atau jeans yang penuh detil karena akan membuat Anda makin terlihat "penuh". Pilihlah celana dengan potongan sederhana yang berbentuk slim atau boot cut.
- Bentuk Atletis : Bentuk tubuh ini aman menggunakan jeans dengan potongan apapun. Mulai dari boot cut, pipa, hingga skinny jeans.
- Bentuk Jam Pasir : Anda bisa memilih model high waist jika perut menonjol, dan low waist jika perut agak rata dan ingin menonjolkan pinggang. Jeans model boot cut atau berpipa lurus juga bisa Anda gunakan.
Jeans, Si Tua Yang Selalu Trendi
(Awalnya) Tidak Benar2 Amerika
Walaupun identik dengan budaya Amerika, ternyata jeans pertama kali dibuat di Genoa, Italia sekitar tahun 1560-an untuk para pasukan Angkatan Laut. Dalam bahasa Perancis celana panjang ini disebut bleu de GĂ©nes, dibaca “blu jin”, yang berarti biru Genoa, karena warnanya yang khas. Bahan yang digunakan adalah bahan denim yang berasal dari Nimes (Perancis: de Nimes - dari Nimes). Celana serupa diketahui telah dipakai para pekerja di Inggris pada tahun 1840-an.
Dan tahukah kamu, bahwa Levi Strauss yang dianggap sebagai penemu jeans adalah seorang imigran keturunan Yahudi yang kelahiran Jerman? Levi terlahir sebagai Loeb Strauss di Buttenheim, Bayern (Bavaria) dan migrasi ke New York pada tahun 1847 pada usia 18 tahun. Karena demam emas yang melanda saat itu, ia pindah ke San Francisco enam tahun kemudian. Tidak untuk mengadu nasib sebagai pencari emas, melainkan untuk berdagang sebagai perwakilan perusahaan kakaknya yang berpusat di New York.
Tahun 1872 Jacob Davis, seorang penjahit asal Reno, Nevada bercerita pada Levi bahwa ia memasangkan kancing logam pada ujung2 saku celana yang dibuatnya. Ini membuat celana tersebut menjadi lebih kuat sehingga disukai para pekerja kasar. Pelanggan toko Levi ini mengajaknya bekerja sama untuk mematenkan desain tersebut. Pate didapat setahun kemudian, dan celana jeans pertama pun mulai diproduksi sebagai industri rumahan. Baru pada tahun 1880 Levi mendirikan pabrik celana jeans pertama.
Desain yang sekarang dikenal sebagai Levi’s 501 itu memiliki lima buah saku. Dua saku besar di belakang, dua saku besar di depan, dan satu lagi saku kecil di dalam saku depan sebelah kanan. Aslinya, saku kecil ini didesain untuk menyimpan jam saku dan uang logam, oleh karena itu sering disebut dengan istilah coin (Inggris: uang logam). Para pencari emas menggunakannya untuk menyimpan butiran2 emas ukuran kecil.
Celana jeans kemudian menjadi tren dalam fesyen, terutama sejak dipopulerkan oleh para aktor Hollywood di tahun limapuluhan. Sebut saja Elvis Presley, James Dean, dan Marlon Brando. Merk2 lain seperti Lee Cooper dan Wrangler pun bermunculan. Flower Generation di tahun tujuhpuluhan juga gemar mengenakan jeans flare alias lebar di bawah dengan berbagai aplikasi, bordir, juga eyelets.
Berbagai Model Jeans
Saat ini kita mengenal berbagai model dan tipe celana yang sempat dilarang di Jerman Timur pada tahun 50-an ini. Kita sering mendengar istilah low rise, skinny, loose fit, boot cut dan sebagainya. Membingungkan? Tidak juga, kok!
Dilihat dari potongannya, secara garis besar ada tiga hal yang harus diperhatikan: rise alias “tinggi pinggang”, fit alias seberapa ketat jeans melekat pada paha, dan ankle alias lebar tungkai.
Celana yang sampai tahun limapuluhan masih dikenal sebagai waist overall ini bisa jatuh tepat pada pinggang, di atas, atau di bawahnya.
- High rise : bagian pinggang celana jatuh di atas pusar, saat ini sedang tidak tren.
- Standard rise : bagian pinggang celana sedikit jatuh di bawah pusar.
- Low rise : bagian pinggang celana jatuh sekitar 3 cm di bawah pusar, kira2 pada tulang panggul.
- Ultra-low rise : bagian pinggang celana jatuh sekitar 5 cm di bawah pusar, di bawah tulang panggul
Model jeans juga dibedakan menurut lebar celana di bagian tungkai, khususnya pada celana wanita.
Untuk semua bentuk tubuh
Tubuh ideal? Ah, itu mungkin hanya milik para supermodel. Tapi toh dengan kekurangan2 yang dimiliki, kita tetap bisa mengenakan celana jeans. Asal tahu model yang tepat sehingga kekurangan2 itu tidak terlalu menonjol.
- Kaki panjang: Pilih jeans low rise atau ultra-low rise yang tidak terlalu ketat dengan aplikasi atau jahitan melintang. Pilihan untuk si kaki panjang sangat terbuka, mulai dari skinny sampai flare.
- Kaki pendek: Pilih jeans low rise yang pas pada tubuh (slim fit) dengan ujung bawah yang agak lebar (boot cut, jangan flare) tanpa banyak detil dan aplikasi. Kalau perlu, pilih detil atau jahitan vertikal. Warna gelap membuat kaki terlihat panjang. Panjang celana harus menutupi sebagian alas kaki.
- Bokong/pinggul besar: Pilih jeans low rise dengan ujung bawah yang agak lebar (boot cut) untuk menyeimbangkan bentuk tubuh. Ujung bawah yang menyempit membuat kesan “emak2″ :) . Saku berkancing dengan letak agak rendah malah membuat bokong besar tak lagi terlihat. Saku dengan jarak yang cukup dekat satu sama lain pun bisa membantu.
- Bokong kurang berisi (tepos): Kenakan jeans yang tidak terlalu longgar. Pilih saku belakang yang letaknya agak tinggi, untuk lebih membentuk bokong.
- Perut besar: Pilih jeans standard rise yang tidak terlalu ketat (regular atau relaxed fit) dengan detil vertikal dan ujung melebar (boot cut atau flare). Low rise membuat bagian atas perut semakin terlihat membuncit (efek muffin). Saku depan diagonal dan warna gelap juga menguntungkan.
Sumber : http://jalankenangan.net/celoteh/?p=159
Panduan Tepat Mencuci Jeans
Tahukah Anda bahwa awalnya celana dengan bahan jeans dibuat khusus untuk para pekerja tambang emas? Seorang imigran, bernama Levi Strauss saat itu berusaha menciptakan menciptakan celana kerja yang kuat dan nyaman dengan kancing dari bahan metal agar kantung para pekerja tambang tidak gampang sobek ketika mengantungi emas.Kini celana jeans dipakai semua orang, tua dan muda...
Namun bila kita tidak hati-hati mencucinya, warna favorit jeans favorit bisa lekas pudar.
- Gunakan air hangat-hangat kuku. Air yang terlalu panas atau terlalu dingin dapat menghalangi serat kain sehingga membuat kotoran yang melekat susah hilang.
- Bila celana jeans dipenuhi pasir-pasir halus seusai Anda bermain di pantai, jangan membasahinya dengan air dan menyikatnya untuk menghilangkan kotoran yang menempel itu. Ambil sebaskom air yang baru mendidih, tempatkan bagian celana yang kotor itu di atasnya, biarkan uapnya mengenai kain, diamkan selama 5 atau 10 menit, kotoran yang melekat itu terangkat. Ganti isi baskom dengan air bersih yang telah dicampur detergen, rendam beberapa saat. Jika masih ada kotoran yang melekat, kucek perlahan dengan tangan.
- Jangan menjemur jeans di bawah terik matahari langsung, tapi tempatkan dimana sinar matahari jatuh diagonal pada jeans yang dijemur.
- Jangan menggunakan bahan kimia untuk mencuci jeans Anda, seperti mencampurnya dengan rendaman pakaian yang diberi cairan pemutih. Hal ini dapat membuat kualitas warnanya lekas memudar.
Langganan:
Postingan (Atom)





























